MENGENAL DAN MENCEGAH TERJADINYA FINANSIAL DISTRESS BAGI PENGUSAHA PEMULA

Menjadi sosok pengusaha sukses merupakan tujuan bagi banyak orang, terutama para pemuda yang sedang merintis bisnis. Berbagai strategi bisnis dapat diterima oleh pengusaha pemula, dari pengalaman mentor yang menjadi inspiratornya. Tidak menutup kemungkinan, hanya beberapa pengusaha yang dapat lolos dari perangkap Finansial Distress. Dengan bersikeras memacu otak untuk menyelamatkan perusahaanya dari terjadinya Finansial Distress. Finansial Distress merupakan tahap penurunan kondisi keungan secara drastis yang menimpa sebuah perusahaan. Finansial Distress secara umum banyak menerpa pengusaha pemula, dalam satu sisi hal ini merupakan bencana, disisi yang lain bisa dinilai sebagai pengalaman bisnis. Maka dibawah ini adalah faktor penyebab dan strategi mengatasi Finansial Distress :

Faktor Penyebab Finansial Distress

  • Kesulitan Arus Kas, kesalahan manajeman menjadi dasar timbulnya arus kas yang tidak stabil. Hasilnya dana produksi, distribusi, dan operasional perusahaan akan terhambat. Maka akan berdampak pada target penjualan yang tidak maksimal.
  • Perencanaa Strategi Penjualan yang Buruk, penjualan bisa dinilai sebagai tahap penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Jika langkah strategi penjualan tidak ideal, maka kekosongan modal akan terjadi untuk rotasi biaya produksi dan operasional.
  • Lebihnya Biaya Kegiatan Operasional, kerugian perusahaan yang bersumber dari bengkaknya biaya operasional, dapat menggangu stabilitas arus keuangan perusahaan. Selebihnya beban operasional akan menutup pendapatan yang diterima perusahaan.

 Strategi Mengatasi Finansial Distress

  • Pembenahan Struktural, perbaikan terhadap manajemen menjadi tahap awal pembenahan dari Finansial Distress. Melalukan strategi pertumbuhan skill karyawan dan kolerasi yang baik antar departemen dapat menyelamatkan perusahaan dari terjadinya Finansial Distress.
  • Menata Kembali Arus Kas, memperioritaskan untuk meringankan jumlah hutang, jikalau perusahan masih memiliki hutang. Selanjutnya meminimalisir secara rinci jumlah biaya untuk berjalannya peruahaan.
  • Merger, melakukan penggabungan dengan perusaahan lain, strategi ini merupakan alternatif terakhir jika perusahaan masih terlilit Finansial Distress. Pastikan memilih peruahaan yang kinerjanya baik, dalam artian dari sisi kondisi keuangan yang sehat.     
Pin It

Comments are closed.